Maraknya pencurian motor di lingkungan kampus membuat mahasiswa gelisah. Sering terlihatnya anak remaja yang memacu motornya dengan kecepatan tinggi di jalan raya yang dapat berujung kecelakaan membuat para orang tua khawatir. Dari dua hal tersebut membuat Lia Lidya Rosa, Khoirunnisa Waksitaningrum dan Muhammad Salma Nabila Alibasyir berpikir membuat alat untuk mengatasi masalah ini.
Mahasiswa Prodi Sistem Komputer angkatan 2012 ini mengembangkan alat bernama Ditrol (Driver Control) yang mampu mendeteksi pencurian motor dan mendapatkan informasi lokasi motor secara real-time. Alat ini juga mampu untuk memantau kecepatan motor anak dan memberikan pesan SMS ke orang tua jika motor dipacu melebihi kecepatan 80 km/jam. Ditrol mampu mendeteksi terjadinya kecelakaan motor dan mengirimkan informasi posisi kecelakaan melalui SMS.

“Ditrol akan mengirimkan miss-call ke nomor telepon yang telah diset saat motor hendak dicuri. Saat motor berhasil dicuri pun, pengguna akan mampu melacak posisi motornya dari pesan SMS yang berisi koordinat motor. Jika teleponnya tersambung internet, pengguna tinggal meng-klik koordinat yang dikirim tersebut dan Google Map akan menunjukkan posisi motor saat itu. Dengan fitur Ditrol tersebut diharapkan pengguna akan merasa lebih aman”, kata Lia Lidya Roza, salah satu pengembang Ditrol.
“Dengan Ditrol, orang tua yang mempercayakan anaknya mengendarai motor untuk aktifitasnya, misalnya sekolah dan kuliah, dapat memantau cara berkendara anaknya. Kalau si anak mengebut di atas 80 km/jam, pesan SMS akan dikirimkan ke nomor telepon orang tua yang berisi kecepatan dan lokasi ngebutnya. Dari pesan tersebut, orang tua bisa lebih bijak memberikan nasihat ke si anak agar lebih mengutamakan keselamatan dalam berkendara”, lanjut Lia.Lia menambahkan, “Tindakan pertolongan yang cepat juga dapat dilakukan saat motor mengalami kecelakaan, terutama jika terjadi di tempat yang sepi. Ditrol akan mendeteksi motor terjatuh dan mengirimkan pesan SMS ke orang tua yang berisi informasi dan posisi terjadinya kecelakaan”.
Ditrol dirancang agar efektif dan efisien. “Kami merancang Ditrol seefisien mungkin untuk menjalankan fitur-fitur tersebut. Hardware dan algoritma program dirancang seminimal mungkin. Ditrol diimplementasikan di atas board berbasis AT Mega 2560 dan menggunakan sensor accelerometer, gyro, penerima GPS dan modul GSM. Alat ini dikemas sekecil mungkin agar dapat dipasang di motor dengan mudah, hanya dengan menghubungkan Ditrol dengan aki saja “, sambung Khoirunnisa.
Berapa harganya? “Dengan desain yang minimalis, namun berdaya guna, harga Ditrol berkisar 350rb rupiah untuk produksi 100 buah”, jawab Khoirunnisa.

Dengan daya guna dan desain yang efisien tersebut, Ditrol mendapat penghargaan sebagai 10 finalis Gemastik 8 (Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi tahun 2015) di bidang Piranti Cerdas & Embedded System. Produk Ditrol juga telah diajukan hak patennya ke Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kanwil Jawa Tengah dengan nomor pengajuan paten EP09201500006 dan berjudul invensi “Ditrol (Driver Control): Perangkat Cerdas Embedded System Berbasis Notifikasi SMS sebagai Sarana Memonitor Cara Anak Berkendara secara Real-time dan Mendeteksi Pencurian Motor”. Selain itu, Ditrol juga telah diliput oleh Koran Pagi Wawasan tanggal 20 Oktober 2015.
Ditrol ini juga telah menarik perhatian beberapa perusahaan, di antaranya Intel dan Tokopedia. “Iya. Intel dan Tokopedia menyatakan tertarik dengan produk kami. Mereka meminta proposal pengembangan produk ini agar komersial. Kami juga merencanakan varian Ditrol yang berbasis SoC Intel Quark agar dapat menghadirkan fitur bernilai tambah lain, misalnya otentikasi wajah pengguna dan peringan dini tabrakan berbasis pengolahan citra”, kata Nabil.
“Jadi, kami akan jadikan Ditrol ini sebagai produk andalan kami. Naik level. Dari prototip menjadi produk yang bernilai jual. Kami punya rencana bisnisnya. Sasaran produk ini adalah orang tua dan mahasiswa.”, tutup Nabil.
Salut dengan semangatnya. Semoga sukses yah…